KEGIATAN MAGANG KERAJINAN SABRUG ALUMUNIUM DI CEPOGO BOYOLALI
PROFIL USAHA
Pak Rohmad menekuni usaha kerajinan alumunium sudah berjalan selama kurang lebih enam tahun. Sebelumnya, Pak Rohmad bekerja sebagai buruh rosok seperti besi, blog, kuningan, tembaga, plat, siku, dll. Pada akhirnya Pak Rohmad keluar dari tempat buruh tersebut kemudian memilih untuk berusaha sendiri dalam mencari dagangan seperti besi, tembaga, kuningan, dll.
Usaha Pak Rohmad mencari dagangan tersebut ditempuh dengan menggunakan sepeda motor. Lambat laun usahanya menjadi kurang efektif. Hal itu dikarenakan kalah bersaing dengan para pedagang yang sama yang menggunakan mobil untuk mencari dagangan. Hal yang demikian menyebabkan Pak Rohmad mencari pekerjaan baru.
Pak Rohmad kemudian mencoba menjadi agen untuk mencarikan bahan masakan seperti brambang goreng. Namun usahanya tersebut menemukan masalah yaitu susah mencari pemilik usaha yang memerlukan brambang goreng sebagai campuran bahan masakan. Pada akhirnya Pak Rohmad memilih menjadi pengrajin alumunium sabrug sejak tahun 2013 sampai sekarang.
KEGIATAN MAGANG
Sebelum membahas kegiatan magang, terlebih dahulu kami jelaskan mengenai alat dan bahan serta cara pembuatan sabrug alumunium.
A. Alat dan Bahan
1. Alat
- Blower
Digunakan untuk membuat api agar selalu besar pada saat pengobongan/ pembakaran plat dan glodogan agar lunak.
Gambar 1: blower
- Ondhel
Digunakan untuk membuat tilas di sabrug, membatik sabrug, membuka sabrug agar sedikit lebih besar. Jenis ondhel ini berbeda- beda sesuai kegunaannya.
Gambar 2: (dari kiri) ondhel panjang; ondhel tumpul, ondhel rata
- Pethil
Untuk merapatkan plat saat sabrug diisi dengan besi pada bagian ujungnya
Gambar 3: pethil
- Jantur dan suwul
Sebagai alas untuk membentuk sabrug
Gambar 4: jantur dan suwul
- Gandhen
Pemukul dari kayu untuk membentuk sabrug
Gambar 5: gandhen
- Gunting plat
Gunting dari besi berukuran sedang untuk menggunting plat
- Tang
Untuk membelokkan pegangan angsang, membawa glodogan setelah dibakar/diobong
- Jangka besi
Untuk membuat lingkaran dan ukuran
Gambar 6: (dari kiri) gunting plat; jangka besi; tang
- Gergaji besi/ gorok wesi
Untuk memotong besi
Gambar 7: gergaji besi/ gorok wesi
- Meteran
Untuk mengukur panjang besi, diameter sabrug, dll
Gambar 8: meteran
- Alat melubangi angsang
Untuk melubangi plat yang dijadikan angsang
Gambar 9: alat melubangi angsang
2. Bahan
- Plat alumunium
Sebagai bahan membuat tutup sabrug dan angsang. Satu lembar plat bisa untuk membuat 5 hingga 8 tutup atau lebih bergantung ukuran sabrug yang akan dibuat.
Gambar 10: plat alumunium
- Glodogan
Terbuat dari plat yang dibentuk sedemikian rupa dan di las khusus alumunium. Didapat dari koperasi khusus alumunium atau bisa juga di pengrajin khusus pembuat glodogan.
Gambar 11: glodogan
- Besi
Sebagai isi ujung/bibir sabrug agar kuat. Besi hitam untuk isi sabrugnya, dan yang putih untuk isi tutup sabrug dan angsang.
Gambar 12: besi
- Pegangan sabrug/ kupingan
Sebagai pegangan sabrug jika akan diangkat saat digunakan konsumen.
Gambar 13: kupingan
- Pantek
Sebagai paku antara pegangan sabrug/kupingan dengan sabrug.
Gambar 14: pantek
- HCl/ obat pembersih
Untuk membersihkan sabrug setengah jadi sebelum dibatik/dibabar
Gambar 15: obat HCl
B. Cara Pembuatan
1. Persiapkan glodogan dan plat. Bisa didapat di tempat khusus pembuatan glodogan dan penjual plat,
2. Ukur plat dan buat lingkaran dengan jangka sebanyak yang dibutuhkan untuk nanti dibuat tutup sabrug, angsang, langkung (pegangan tutup), dan kaki angsang bila diperlukan (beberapa sabrug tidak memerlukan kaki angsang),
Gambar 16: pembuatan lingkaran ukuran tutup sabrug
3. Proses pengobongan/pembakaran glodogan dan plat untuk membuat tutup dan kaki angsang. Tujuannya agar lunak dan mudah dibentuk serta agar tidak sobek saat proses pembentukan. Untuk plat yang dibuat langkung dan angsang tidak perlu diobong/ dibakar,
4. Proses pembentukan sabrug dan tutup (dinamakan imvest). Namun sebelum itu, buatlah ukuran dasaran di bawah glodogan (alas) dan ukuran di plat untuk membuat tutupnya dengan jangka. Ukuran setiap glodogan berbeda tergantung ukuran sabrug yang akan dibuat. Proses pembentukannya dengan menggunakan gandhen beralaskan suwul yang telah dipasangkan di jantur. Ukuran dasarannya yaitu
Ukuran Dasaran Sabrug | |
Diameter Sabrug | Ukuran |
26 cm | 23 cm |
28 cm | 25 cm |
30 cm | 27 cm |
33 cm | 30 cm |
36 cm | 33 cm |
Gambar 17: pembuatan ukuran alas sabrug
5. Pembuatan tempat angsang (gegel) dengan menggunakan ondhel leher panjang dengan tinggi dari alas sampai gegel yaitu
Tinggi Gegel | |
Diameter Sabrug | Tinggi |
26 cm | 5,5 cm |
28 cm | 6 cm |
30 cm | 6,5 cm |
33 cm | 7 cm |
36 cm | 8 cm |
Gambar 18: pembuatan ukuran dari dasar hingga gegel(tempat angsang)
6. Peng-imvest-an kembali sabrug meneruskan dari gegel yang telah dibuat sampai bagian ujung (bibir) dengan tinggi dari gegel hingga ujung sabrugnya yaitu
Tinggi dari Gegel Hingga Ujung | |
Diameter Sabrug | Tinggi |
26 cm | 12 cm |
28 cm | 12 cm |
30 cm | 12 cm |
33 cm | 13 cm |
36 cm | 14 cm |
7. Pembuatan bibir sabrug dan tutupnya sebagai tempat besi
Gambar 19: proses pembuatan bibir sabrug
8. Pemasangan besi ke bibir sabrug dan tutup,serta angsang
Gambar 20: Pengisian sabrug dengan besi
9. Pencucian sabrug dan tutup dengan larutan HCl
Gambar 21: Pencucian dengan larutan HCl
10. Proses membatik sabrug/ mbabar
Gambar 22: Proses mbabar
11. Proses penggosokan sabrug/ ngampril beserta tutup dan angsang dengan menggunakan grenjeng dan sabun mandi.
12. Pemasangan pegangan sabrug/ kupingan
Gambar 23: Proses pemasangan kupingan
KEGIATAN MAGANG HARI PERTAMA
1. Peng-imvest-an sabrug dan tutup
Gambar 24: Proses peng-imvest-an sabrug dan tutup
2. Pembuatan angsang
Gambar 25: Proses pembuatan angsang
3. Membentuk besi sebagai isi ujung/bibir sabrug
Gambar 26: Proses pembentukan besi sabrug agar bulat
4. Proses mencuci sabrug dengan larutan HCl
Gambar 27: (dari atas) Proses pencucian sabrug dengan larutan HCl; perbandingan sabrug yang sudah dicuci dengan yang belum dicuci
5. Proses mbabar/ membatik sabrug
Gambar 28: Proses mbabar
KEGIATAN HARI KEDUA
1. Proses membuat bibir sabrug
Gambar 29: Proses membuat bibir sabrug
2. Proses memasang pegangan sabrug/kupingan
Gambar 30: Proses memasang kupingan
GAMBAR SABRUG
Daftar Harga Bahan dan Harga Jual Produk
Bahan | Produk | |||
Nama Bahan | Harga Beli | Ukuran | Harga Jual | |
Glodogan | 26 cm | Rp 27.000,- /@ | Sabrug diameter 26 cm | Rp 80.000,- |
28 cm | Rp 30.000,-/@ | Sabrug diameter 28 cm | Rp 90.000,- | |
30 cm | Rp 35.000,-/@ | Sabrug diameter 30 cm | Rp 100.000,- | |
33 cm | Rp 40.000,-/@ | Sabrug diameter 33 cm | Rp 120.000,- | |
36 cm | Rp 50.000,-/@ | Sabrug diameter 36 cm | Rp 135.000,- | |
Plat alumunium | Rp 125.000,-/ lembar |
| ||
Besi | Putih | Rp 20.000,-/kg | ||
Hitam | Rp 14.000,-/kg | |||
Pantek | Rp 5.000,-/ons | |||
Kupingan | 26 cm | Rp 3000,-/pasang |
| |
28 cm | Rp 3500,-/pasang | |||
30 cm | Rp 4000,-/pasang | |||
33 cm | Rp 5000,-/pasang | |||
36 cm | Rp 6000,-/pasang | |||
Satu lembar plat alumunium bisa untuk membuat 5- 8 atau lebih tutup sabrug (bergantung ukuran sabrug yang dibut). Semakin besar ukuran sabrug semakin sedikit pula jumlah tutup yang dibuat dari satu lembar plat, begitupun sebaliknya. Besi juga demikian, semakin besar ukuran sabrug yang akan dibut, semakin panjang besi yang dibutuhkan, dan sebaliknya.
Keuntungan Penjualan Sabrug
Ukuran Sabrug | Keuntungan |
26 | Rp 30.000,-/@ |
28 | Rp 30.000,-/@ |
30 | Rp 30.000,-/@ |
33 | Rp 35.000,-/@ |
36 | Rp 50.000,-/@ |
PENUTUP
Simpulan
Pembuatan sabrug di tempat Bapak Rohmad, Dusun I Kembangkuning, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah membutuhkan peralatan dan bahan khusus. Selain itu, yang terpenting adalah memerlukan keahlian khusus, tenaga yang cukup, serta membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun, waktu pembuatannya pun bergantung pada seberapa banyak sabrug yang akan dibuat.
Keuntungan yang didapat dari satu buah sabrug pun tidak terlalu banyak, yakni sekitar Rp 30.000,- hingga Rp 50.000,- bergantung pada ukuran sabrug yang akan dibuat. Walaupun begitu, pekerjaan membuat sabrug sudah menjadi pekerjaan sehari- hari Bapak Rohmad bahkan sudah berjalan selama kurang lebih 6 tahun. Dengan demikian, tentu sudah terbiasa dan dalam satu hari pun bisa membuat sabrug sebanyak 3 hingga 5 sabrug bergantung pada ukurannya.
Saran
Pembuatan sabrug memerlukan tempat yang cukup luas. Karena itu, perlu adanya perombakan tempat (diperluas) agar lebih nyaman dan tentunya lebih longgar. Karena selama magang berbagai peralatan dan bahan berserakan maka perlu adanya tempat untuk menampung peralatan dan bahan- bahan tersebut dan itupun tentunya memerlukan perluasan tempat kerja.
Pesan
Pekerja kerajinan sabrug alumunium tidak kenal lelah, bekerja dari pagi hingga petang untuk membuat sabrug. Semangat kerja yang tinggi menjadikan motivasi untuk giat dalam belajar dan lebih giat lagi dalam membantu orang tua dalam bekerja.










































Komentar
Posting Komentar